Kamis, 28 Juni 2012 - 08:38:24 WIB
BENARKAH BATAS USIA PENSIUN DIPERPANJANG 58 TAHUN BAGI PNS ? Karya : Titus Jaka Alip Ch, SH
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Suluh Rehabilitasi - Dibaca: 14070 kali

Akhir-akhir ini banyak Pegawai Negeri Sipil sedang mempersoalkan masalah Batas Usia Pensiun ( BUP ) diperpanjang 58 tahun, sebagaimana yang telah diberlakukan di Polri dan TNI. Memang banyak isu-isu yang berkembang dari pegawai satu dengan pegawai lainnya mempersoalkan BUP diperpanjang 58 tahun. Hal ini pula banyak pegawai di lingkungan BBRSBD sendiri juga ikut termakan isyu tersebut, bahkan mengatakan Undang-Undangnya sudah ada.  Dalam hal ini untuk menanggapi persoalan tersebut tidak perlu serius dan tak perlu terjadi pro da kontra antara pegawai satu dengan lainnya.

             Dari  pantauan saya melalui hasil konsultasi  di Kantor Regional I BKN Yogyakarta pada tanggal 16 Maret 2012 ,  dengan menemui Kepala Seksi Administrasi Kepegawaian dan Pensiun Ibu Sri Widayanti, SH. Beliau mengemukakan dalam tanggapannya bahwa ada beberapa hal sehubungan dengan BUP yang diperpanjang 58 tahun sebagaimana Polri dan TNI , pernah hal itu diusulkan ke Kantor Setneg dan sudah begitu lama pengusulannya. Memang benar hal tersebut diisukan oleh kalangan pegawai, hanya saja saat ini bukan sekedar wacana saja, melainkan sudah dalam rancangan di DPR, hanya saja rancangan tsb. menunggu ketok palunya (keputusannya) dari Pejabat Yang Berwenang yaitu Presiden.    

             Untuk menanggapi persoalan BUP diperpanjang 58 tahun memang terjadi pro dan kontra, bahkan adanya  isu pula mendapat pesangon sebagai pengganti pensiun. Menurut pendapat saya hal-hal semacam  itu memang perlu ada kejelasan secara mendasar bukan sekedar pendapat demi pendapat. Sepanjang belum diterbitkannya Undang-Undang Baru mengenai Pensiun janganlah berbeda pendapat dulu. Bahwa Negara kita adalah Negara Hukum bukan Negara diatur oleh berbagai pendapat. Jadi dasarnya dulu baru berpendapat, ini adalah orang yang bijak. Maka dalam menghadapi dunia isyu kadang muncul berbagai pendapat-pendapat yang tidak jelas dan silih berganti hingga membuat bingungnya para pegawai.

 

            Setiap harapan, rancangan ataupun bentuk angan-angan, sebagaimana dengan BUP diperpanjang 58 tahun bagi PNS, ini dimungkinkan akan timbul persoalan baru yaitu akan timbul dampak negatif dan dampak positif khusus bagi PNS sendiri.

             Apa dampak negatifnya bila akan muncul Undang-Undang Baru mengenai BUP 58 tahun ?

Ada beberapa alasan tegas menanggapi BUP 58 tahun bila terjadi :

  1. Lapangan pekerjaan bagi regenerasi mendatang akan terhambat dan mengalami kesulitan disebabkan tidak adanya formasi pekerjaan bagi PNS.
  2. Meningkatkan pengangguran bagi generasi mendatang disebabkan susahnya mencari lapangan pekerjaan terutama sebagai PNS.
  3. Memberikan peluang bagi PNS yang malas atau yang tidak memiliki potensi kerja.
  4. Akan menimbulkan kejenuhan dalam bekerja khususnya PNS yang bekerja sudah lama.
  5. Kalau memang jenis pensiun diwujudkan pesangon sebagaimana yang diisukan oleh kalangan pegawai/masyarakat, maka akan menimbulkan dampak sosial dan ekonomi bagi PNS sendiri.

 

 

Sedangkan dampak positifnya  berkaitan dengan munculnya Undang

Undang Baru mengenai Pensiun diperpanjang 58 tahun :

 

  1. Kalau memang wujud pensiun dalam bentuk pesangon, maka PNS akan  kaya mendadak  dan dapat menentukan segala cara hidupnya.
  2. Memberikan kesempatan bagi PNS untuk menekuni dan meningkatkan prestasi kerja yang lebih baik, terutama bagi PNS yang menyukai pekerjaan.
  3. Memberikan peluang secara pribadi dalam usaha-usaha tertentu.
  4. Untuk menikmati kehidupannya dalam bekerja sebagai PNS.

 

Berdasarkan pertimbangan yang rasional dalam menanggapi persoalan

tsb, perlu ada kebijaksanaan yang tepat guna, agar tidak sesegera mungkin  diterbitkannya Undang Undang Baru Mengenai Pensiun diperpanjang hingga 58 tahun. Mengingat situasi dan kondisi di Negara kita sedang prihatin berbagai persoalan yang terjadi. Saat yang tepat adalah bagaimana mengupayakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang membutuhkan pekerjaan untuk melangsungkan kehidupannya.  Lapangan pekerjaan bukan tingkat Pemerintahan saja namun juga Perusahaan/Swasta ikut serta  mengupayakannya.  Sebab mengingat pengangguran tidak semakin berkurang namun pengangguran semakin meningkat disebabkan susahnya lapangan pekerjaan yang diperoleh.  Banyak pula masyarakat yang menyandang gelar sarjanapun sulit mendapatkan pekerjaan. Sehingga sebagai pelampiasannya yang positif adalah jualan sayur dsb. Namun pelampiasan yang negatif melakukan tindakan yang kriminal menyusahkan masyarakat dan menimbulkan situasi yang tidak kondusif.

             Untuk menuju kehidupan yang baru bagi masyarakat Indonesia adalah terlepas dari beban kehidupan secara jasmani dan rohani. Kebutuhan jasmani memang harus dipenuhi demikian juga kebutuhan rohani, maka kedua-duanya harus seimbang demi keselarasan hidup menuju kehidupan dalam masyarakat yang aman, tentram, damai dan sejahtera.




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)